By : Balitbangda Kab. Sinjai / Arham Pasrah, S.ST.Par.

Pengarusutamaan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian daerah merupakan pilihan yang tepat. Di tahun 2019, 16 subsektor ekonomi kreatif terbukti memberi kontribusi besar dalam perekonomian tanah air. Berdasarkan data yang dihimpun, ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 11.5 triliun rupiah terhadap PDB nasional dan menyerap tenaga kerja hingga 17 juta orang di tahun 2019, yang membuat Indonesia berada di posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam jumlah kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB negara (OPUS, 2019). Peran ekonomi kreatif dalam menopang ekonomi suatu negara juga sudah mendapat pengakuan dari PBB dengan menyetujui tahun 2021 sebagai “International Year of Creative Economy for Sustainable Development”. Pengakuan dunia akan peran ekonomi kreatif tentunya menjadi keuntungan untuk Indonesia. Bappenas memprediksi Indonesia pada tahun 2030-2040 mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Agar Indonesia mampu memetik manfaat dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya perlu dibarengi juga dengan persiapan untuk mengembangkan bibit unggul enterpreneur ekonomi digital, khususnya untuk anak muda milenial saat ini yang di 10 tahun mendatang dituntut untuk memiliki keterampilan yang berdaya saing dalam menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0.

Merupakan hal yang tepat bagi Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memberikan perhatian serius terhadap upaya-upaya penumbuhan industri kreatif sejak dini sebagai bentuk prakarsa investasi jangka panjang bagi perkembangan daerah. Tumbuhnya industri kreatif akan berkontribusi dalam penumbuhan 1000 wirausaha baru sesuai dengan target di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai yang diharapkan dapat menyerap 10,000 tenaga kerja. Upaya Pemerintah Kabupaten Sinjai mengarusutamakan ekonomi kreatif sebagai akselerator pengungkit daya saing daerah membutuhkan keterlibatan dan komitmen sekumpulan aktor penggerak yang berasal dari intelektual, pengusaha, pemerintah, komunitas kreatif, dan industri media informasi. Aktor-aktor inilah yang akan menggerakkan lahirnya kreativitas, ide, ilmu pengetahuan dan teknologi yang penting bagi tumbuhnya ekonomi kreatif. Kelembagaan yang efektif diperlukan untuk memfasilitasi hubungan yang positif dan saling menguatkan di antara aktor-aktor utama ini. Kelima aktor ini diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan iklim yang mendukung munculnya kreativitas di Kabupaten Sinjai. Pelaku kreatif bisa saja menciptakan sebuah inovasi produk atau jasa tetapi belum tentu memiliki kemampuan dalam menentukan nilai jual dari karyanya atau menemukan pasar yang dapat menyerap produknya. Pelaku kreatif tetap membutuhkan dukungan media informasi untuk membantu mempromosikan atau bahkan membentuk branding positif dari karyanya. Gagasan dan ide kreatif pun bisa jadi tidak muncul dengan sendirinya. Beberapa pelaku kreatif lebih dulu melakukan observasi atau pendalaman tentang sesuatu yang menjadi minatnya. Peran intelektual kemudian menjadi strategis untuk membantu menggali lebih dalam mengenai sebuah potensi kreatif hingga betul-betul menjadi sebuah karya kreatif. Intelektual dalam hal ini bukan hanya akademisi dari lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga termasuk budayawan, seniman, peneliti, hingga para tokoh pelopor di masyarakat. Peran aktor selanjutnya, yaitu Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mendukung terwujudnya lingkungan kreatif pengungkit daya saing daerah. Keberadaan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif perlu saling besinergi dan membentuk kelompok kerja klaster (tim pemrakarsa), mengingat 17 subsektor ekonomi kreatif saling beririsan dan tidak terbatas untuk menjadi wilayah kerja satu OPD saja. Perencanaan pengembangan ekonomi kreatif perlu disesuaikan dengan agenda pembangunan daerah dan sentuhan inovasi terhadap potensi yang dimiliki daerah agar dapat berdaya saing. Semakin rimbun keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses tumbuhkembangnya ekonomi kreatif di Kabupaten Sinjai, maka akan menjamin keberlanjutan daya saing daerah dalam jangka waktu yang lama.

Salah satu inovasi yang direkomendasikan dalam prospek pengembangan ekonomi kreatif di kabupaten sinjai bersama dengan beberapa pakar ahli dari akademkisi dengan pemerintah daerah yakni Membentuk lembaga kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif. Lembaga ini sebagai cakupan dalam sebuah rumusan yang harus dilalui yakni Perkuatan basis data (menemukenali pilar potensi ekonomi kreatif Kabupaten Sinjai), Pembangunan kapasitas personil pemrakarsa, Klaster rumpun usaha spesifik industri kreatif, Penumbuhan & penguatan wirausaha spesifik industri kreatif, Manajemen rantai nilai, Model bisnis inklusif. Dalam hal ini, dipastikan perlu adanya tim percepatan pembangunan ekonomi kreatif di Kabupaten SInjai yang dapat menjalankan berbagai proses secara kexa helic dengan berbagai linta sektoral dalam sebuah tim.  Home ekonomi kreatif adalah sebuah gagasan yang dilahirkan dari beberapa hasil cakupan dari identifikasi pembangunan ekonomi kreatif di Kabupaten Sinjai. Home ekonomi kreatif ini adalah sebuag tempat atau ruang public bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan dan menemukenali keahlian dan keterampilan dalam seni dan bakat seerta diskusi kelompok kerja kolaboratif para pelaku ekraf. Di dalamanya adalah sekumpulan para pelaku ekraf dari 17 sub sector ekonomi kreatif yang salah satunya adalah para seniman dimlai dari pengukir, pemahat, pelikus, pemusik, hingga design komunikasi visual. Para pelaku ekoraf inilah yang menuangkan daya bakat seni hingga menjadi sebuah akses pemasaran bagi hasil karya seninya. Sasaran utamanya adalah para wisatawan local hingga mancanegara bisa menjadikan sebagai wisata minat khusus di kabupaten sinjai dimana para wisatawan dapat belajar mengukir, melukis, belajar seni budaya sinjai, hingga menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa dalam perjalanan wisata mereka dan bisa dijadikan pula sebagai buah tangan kerajinan khas Kabupaten SInjai. Bahkan konsep ini bisa menjadikan sebuah kurikulum muatan local bagi para anak sekolah dimulai dari tingkat dasar hingga menengah keatas untuk tempat belajar seni dan memunculkan bakat seni bagi para siswa sehingga pola untuk berkeja dan menggali bakat nidividu anak akan terimplementasi didalamnya. Sehingga dapat secara langsung menghidupkan ekonomi para pelaku ekraf dengan adanya beberapa aktivitas ekonomi didalam home ekraf tersebut, seperti kunjungan para wisatawan yang membawa nilai ekonomi didalamnya, aktivitas para pelajar dalam menumbuhkembangan bakatnya yang memberikan nilai ekonomi didalmanya, bahakan hasil kerajinan dan seni bisa menjadi nilai ekonomis yang tinggi dengan dijadikannya sebuah cinderamata bagi para pendatang di Kabupaten SInjai. Pelatihan dan pembinaan terhadap msyarakat pun tidak tertutup kemungkinan akan berjalan didalamnya. Pelatihan seni budaya pun bisa terlaksana di dalamnya sebagai bagian dari sebuah seniman dalam music tradisional dan kontemporer.

Home ekraf adalah sebuah inovasi yang menjadikan sector kepariwisataan di Kabupaten SInjai akan berkembang dan maju. Sesuai dengan Teori Daniel H.Pink dalam bukunya The Whole New Mind tentang pola pikir kreatif. “Di era kreatifitas, bila ingin maju kita harus melengkapi kemampuan teknologi kita (high tech) dengan hasrat untuk mencapai tingkat “high concept dan “high touch”. Inovasi home ekraf ini diharapkan bisa menjadi sebuah inovasi yang replikatif setelah beberapa klinik ekraf yang telah berjalan didaerah lain  namun berbeda jika kita lebih kembangkan mengarah pada nilai penididkan bakat terhadap para pelajar dan bahkan jika lebih disatukan dari berbagai pelaku 17 sub sector ekraf dalam sebuah home ekonomi kreatif. Home ekonomi kreatif ini adalah salah satu inovasi dari beberapa rekomendasi prospek ekonomi kreatif di Kabupaten Sinjai yang telah kami diskusikan dan menjadi sebuah dokumen rekomendasi antara para akademisi tim ahli dan pemerintah daerah Kabupaten Sinjai melalui Tim Balitbangda, dari berbagai isu strategi yang telah kami tetapkan. Sehingga kami mengharapkan kepada lembaga tekhnis dalam sebagai leading sector untuk dapat bersinergitas dalam tim kolaborasi Percepatan Pembangunan Ekonomi Kreatif di Kabupatten Sinjai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *