Kemenristek/BRIN melalui Direktorat Sistem Inovasi, Deputi Penguatan Inovasi telah menginisiasi penyusunan model pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD) yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktifitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. IDSD juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah. Pentingnya IDSD sebagai alat untuk menilai keberhasilan suatu daerah untuk dapat bersaing dengan daerah lain dan mendukung daya saing nasional. Dengan keberadaan sistem ini, diharapkan dapat membantu pemangku kepentingan di Provinsi/ kota/kab apabila mengalami kesulitan dalam proses pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD). Walaupun sistem ini dibangun untuk membantu memperlancar kota/kabupaten dalam proses pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD), sistem ini tetap dirancang untuk dapat diakses oleh semua masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang indeks daya saing daerah (IDSD).

Pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) diharapkan mampu meningkatkan kualitas suatu daerah. Diharapkan dengan adanya pemetaan tersebut, pemerintah daerah khususnya akan dimudahkan dalam meramu kebijakan-kebiajakan ke depan dalam melihat potensi-potensi yang dimiliki daerahnya. IDSD disusun melalui kajian teoritis dan empiris dari berbagai model indeks yang dikeluarkan oleh berbagai Lembaga nasional maupun internasional seperti: Indeks Inovasi Daerah (LAN), Innovative Government Award (Kemendagri), Global Competitiveness Index (WEF), GII (GII-Johnson Cornell University, WIPO dan instead), Asian Competitiveness Institute (ACI) dan berbagai hasil studi daya saing daerah lainnya. IDSD ini tersusun dengan 4 Aspek, 12 Pilar, 23 Dimensi dan 97 Indikator/Kuisioner.

Sistem Aplikasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) berbasis online telah dibangun oleh Kementerian Riset Teknologi/BRIN melalui Deputi Penguatan Inovasi. Pembangunan sistem ini bertujuan untuk memetakan tingkat daya saing daerah baik level Provinsi dan Kabupaten/Kota, sebagai upaya untuk mendorong kemandirian dan penguatan daya saing dalam pencapaian target pembangunan daerah di era industri 4.0 serta menjadikan indeks tingkat daya saing daerah sebagai salah satu entry point dalam perumusan, penetapan, monitoring dan evaluasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di daerah.  Untuk Komponen IDSD Tahun 2020 terdiri dari 97 indikator (kuisioner) yang perlu diisi dan dilaporkan secara online melalui Aplikasi IDSD. Hasil penilaian Indeks Daya Saing Daerah ini dibagi menjadi 4 kategori yakni kategori “Sangat Tinggi” dengan perolehan nilai 3.76 – 5.00, “Tinggi” dengan perolehan nilai 2.51 – 3.75, “Sedang” dengan perolehan nilai 1.26 – 2.50, dan “Rendah” dengan perolehan nilai 0 – 1.25.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai difasilitasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah telah mengikuti penyelenggaraan penilaian Indeks Daya Saing Daerah ini sejak tahun 2019 sampai sekarang. Hingga tahun 2020 hasil penilaian Indeks Daya Saing Daerah Kab. Sinjai diperoleh nilai dengan kategori sedang.Tantangan yang dihadapi adalah karena sejumlah kuesioner yang diinput belum/tidak memiliki data dukung pada OPD sumber data tersebut. Hasil penilaian Indeks Daya Saing Daerah Kab. Sinjai Tahun 2020 dapat dilihat pada gambar berikut:

Dari hasil analisis nilai indeks daya saing daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2020 di atas diperoleh nilai 1,889, nilai ini dikategorikan berdaya saing ”SEDANG”. Sedangkan jika dilihat masing-masing aspek pembentuk yaitu Faktor Penguat/Enabling Environment memperoleh indeks 2,783 (tinggi), Sumber Daya Manusia/Human Capital sebesar 1,417 (sedang), faktor pasar/market 1,708 (sedang) dan ekosistem inovasi memperoleh indeks 1,562 (sedang).

Laporan hasil Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Sinjai tahun 2020 dapat dilihat disini.

Pada penyelenggaraan pengukuran IDSD tahun 2021 berikutnya diharapkan Kabupaten Sinjai memperoleh nilai dengan kategori Tinggi.