Deskripsi

Kabupaten Sinjai sangat potensial dalam mengembangkan sapi potong. Populasi sapi potong di tahun 2018 mencapai 110.761 ekor dan mencatatkannya pada peringkat ke-4 di Sulawesi Selatan. Model pemeliharaan sapi potong terletak di masyarakat masih dengan teknologi tradisional. Sehingga dibutuhkan Business Plan Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Sinjai untuk merancang model, target dan capaian pengembangan. Terdapat 6 (enam) strategi yakni: STRATEGI I: Pengembangan kapasitas, keterampilan, dan kelembagaan petani; STRATEGI II: Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi berbasis Kemitraan. Kemitraan dapat berupa kemitraan tradisional (Tisang), Kemitraan dengan Lembaga Mandiri (Pesantren, dll), ataupun kemitraan Inti Plasma (perusahaan-peternak). Kawasan tersebut dapat dikembangkan sesuai tujuan Kawasan, misalnya “Kampung perbibitan” (village breeding center) untuk Kawasan yang diperuntukkan menghasilkan bibit, “Kampung IB” untuk mensukseskan program IB, “Kampung penggemukan” untuk Kawasan penggemukan. dll; STRATEGI III: Pengembangan Kapasitas Lahan HPT Rakyat Berwawasan Lingkungan. Strategi ini bertujuan mengoptimasi kebutuhan pakan melalui Peningkatan daya tampung (Carring Capacity) lahan dengan sistem pertanaman campuran dan perbaikan manajemen devoliasi. Kegiatan lain pada strategi ini adalah optimasi model silvipastura pada lahan hutan kemasyarakatan; STRATEGI IV: Pembangunan infrastruktur layanan reproduksi dan Kesehatan Ternak Terpadu: pusat layanan IB dan kesehatan hewan pada setiap sentra (kampung sapi); STRATEGI V: Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit; STRATEGI VI: Pengembangan dan Penguatan Jaringan Pemasaran serta Infrastruktur Pasar, Pemasaran dan hiliraisasi produk.

Download Dokumen : Download